Selasa, 02 November 2010

Gejala Susah Tidur

Satu waktu tergeletak,tak begitu rapi.
Sebentar berbalik sebentar kembali.
Ada kala mata tak terpejam,
Ada waktu mata ingin berhenti.
Berhenti,berhenti berputar menyapu sekeliling yang masih tampak sama seperti sebelumnya.

Ada saatnya ingin disudahi,
Ada masanya dipaksapun sama.
Sama,sama sekali tak berubah.
Sama sekali.
Sama sekali masih sama seperti sebelumnya.

Ada,selalu ada.
Selalu ada detiknya sendiri untuk dimengerti,
Selalu ada menitnya sendiri untuk dipahami.

-ada porsinya sendiri untuk diludahi,disudahi-

Sorpring

kaki dan kaki tenang berjalan,
sebelah depan sibuk berkoordinasi.
jari dan jari bermain raga,
sebelah depan menggenggam pasti.

duduk dan duduk berharap hangat,
sebelah depan melintas cepat.

itu dia.
akhirnya..

Basah di Hadapku

terik..panas hari ini memaksaku mengusap keringatku.
tes, jatuh tetes demi tetes...air tubuhku masih tak mampu membilas kering hari ini.
debu dan debu rasa-rasanya melayang bebas.
sedikit masuk di mataku dan membuatku menguras tenagaku untuk bermain mata.
mata dan tanganku berkolaborasi..memerahkan daya lihatku.

panasnya tak habis-habis..sebotol air mineralku segera berpindah menuju tandon tubuhku..
sebentar lagi kandung kemihku kembung pasti..pasti..aku terlalu banyak mengkonsumsi air,pikirku..
ya, terlalu banyak..sejenak lalu aku lemas..dan entah mengapa, aku merasa susah bergerak..
tunggu..tunggu dulu..rasa-rasanya aku mulai mengantuk.
lalu hilang daya pandangku..

mataku tak lagi merah, keringatku tak lagi turun.
daya pandangku tak lagi surut,segar mataku.
kandung kemihku tak lagi kembung, kempis perutku.

tes..jatuh lagi air di kepalaku..
bukan..bukan dari aku..ini datang dari atas..
hujan namanya..satu persatu tetesnya jatuh..
mula-mula pelan...mula-mula satu..
sejenak lalu berubah banyak, cepat..
berubah menjadi suara berisik baru yang menggantikan parau dengkurku..

lalu lagi aku berdiri di depan pintuku..
angin..angin datang pelan mulanya..sebentar mejadi kencang..
lalu aku masuk, namun belum kututup pintuku.

*kamu bawa aku dari keringku,
segarkan dengan sedikit airmu,
bawa aku menuju nyamanku,
hingga muncul kantukku.
*kamu lalu turunkan hujan,
hembuskan badai di halamanku,
bawa aku masuk ke dalam,
anginmu goyahkanku.

*masi belum kututup pintu, tapi aku enggan keluar.

Wasting Time

tangan kiri, bukan tangan kanan..bodoh!
kaki kiri, bukan kaki kanan..bodoh!
bodoh, ya kamu bodoh!

aku malas mengajakmu bicara lagi..

bagaimana aku bisa berbicara denganmu jika kamu hanya tau dengan benar atas dan bawah..
lalu untuk kiri dan kanan kemampuanmu nol besar..
dan kita tak pernah sepaham dalam hal ini...

bodoh..bodoh...!!

ya..kita tak pernah sepaham..
dan begitu menyebalkan aku selalu bertemu kamu..
sebenarnya aku tak mau..


-oh, sudah waktunya sarapan, aku terlalu banyak bicara di depan cermin-
-lalu siapa yang bodoh?-

Menggambar

sebuah garis pun kupercayai berawal dari satu titik statis..
lalu melaju dengan kecepatannya yang dinamis..

diambilnya tinta hitam lalu mulai ditorehkan..
digarisnya lurus, lalu dilengkungkan..

bertemu garis dan garis di atas kertas buramku..
beradu warna tak hiraukan waktu..

berpindah ke sisi kertas yang lain, digaris pula disana..
habis usai mewarna, kembali ke mula..

//meski berisi warna, garis yang hitam tetaplah hitam//

Kamu Pasti Tau Isinya

Sebuah monolog pendek tentang celana dalam

celana dalammu terlihat baru...

selalu terlihat baru?

atau memang selalu baru?

tempo hari aku lihat celana dalammu yang berwarna jambu..

warnanya cerah, baru ya?

hari berikutnya,

aku lihat kamu masih memakai yang sama..

ajaib juga celana dalammu,

tak ada kusam barang sedikit..

berhari-hari kau pakai, masih sama saja warnanya..


belakangan aku lihat berbeda..

celana dalammu berganti warna, baru ya?

kemana yang dulu?

apa sedang kau cuci?

atau malah kau buang?

hmm, nampaknya kau buang..

yang baru nampaknya tak cukup lama,

celana dalammu kembali berwarna jambu..

kamu coba kembali ke yang dulu,

ke celana dalam yang dulu kamu buang..

karena sudah tau isinya,

kamu terlihat menyedihkan..

Senin, 01 November 2010

#6

tidak pernah saya bosan menantikan gol dari klub yang saya cintai ke gawang lawan. karena bukan tentang peluang, kemampuan dan prosesnya adalah hasil dari kerja keras pemain kami. sedangkan gol yang biasa disebut orang lain kebetulan sebenarnya adalah hasil dari hasrat yang menggebu-gebu untuk menang. suara saya dan kawan satu kelompok hanyalah bagian kecil dari kemenangan yang selalu saya nantikan.

 

Apa yang kita tunggu dari pertandingan sepakbola? Tentu saja kemenangan. Bagai dua koin mata uang, kemenangan dan gol tidak dapat dipisahkan. Para pemain sepakbola tidak begitu saja mendapat nilai kontraknya, butuh sebuah pembuktian untuk mencapai itu dan pembuktian paling mudah adalah gol, maka tak heran jika pemain terbaik dunia kebanyakan datang dari posisi penyerang. Meskipun begitu, tidak melulu penyerang yang penting, pemain bertahan juga sama pentingnya dalam sebuah tim, karena ia bertugas menghalau datangnya bola dan terciptanya gol untuk tim.

Gol dan gol, itulah inti dari sepakbola. Dan saya menggarisbawahi satu hal tentang kemenangan dan kebanggaan yaitu sejarah. Seringkali suporter ditanya mengapa mereka bersikukuh mendukung tim yang bahkan seringkali sangat jarang menang. Jawaban paling sederhana untuk pertanyaan ini adalah sejarah. Bagi suporter tim langganan juara, tentu saja ada kebanggaan jika mampu mempertahankan gelar juara atau menyabet juara lagi setelah lepas satu atau dua musim. Bagi suporter yang timnya belum pernah juara atau malah sering kalah, tentu saja berambisi untuk menjadi bagian dari sejarah kejayaan klub. Sejarah, dan ini mutlak.

Seorang pemain yang sudah tua sekalipun masih dapat bertahan di sebuah klub karena sejarah yang diukirnya dulu, bahkan setelah pensiun ia masi saja dapat menjadi bagian dari tim entah itu pelatih atau manajer tim. Dan Sejarah ini tidak datang begitu saja. Sejarah lahir lewat perjuangan, lewat kerja keras dalam latihan setiap hari, lewat tetes keringat di lapangan, lewat kaki yang terus saja berlari. Dan semangat-semangat pantang menyerah ini yang membuat suporter bertahan untuk memberikan dukungannya.

Semua bicara tentang kerja keras, tidak ada kebetulan dalam sepakbola. Jika kamu melihat gol yang tidak sengaja tercipta di highlight sepakbola dunia, itu bukanlah sebuah kebetulan. Ketidaksengajaan mungkin benar, namun ada alasan dibalik itu semua, ada alasan mengapa seorang pemain melakukan aksinya di lapangan hingga tercipta gol yang menurut orang-orang tidak sengaja. Ada hasrat yang menggebu-gebu untuk menang, ada kemauan yang keras untuk mendapat bola dalam posisi yang pas untuk menendang, dan semua itu yang membuat kadang seorang pemain dinilai kebetulan dalam mendapat bola.

Kerja keras dan hasrat ini yang kami hargai. Maka tak heran kelompok suporter rela datang sore hari ke stadion klub mereka, menonton untuk menonton sesi latihan, karena gol yang tercipta di pertandingan adalah bayaran yang pas untuk kerja keras setiap hari.